SUKABUMI || Kobar4 – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Sukabumi menunjukkan performa impresif sepanjang 2025 hingga awal 2026. Serangkaian kegiatan strategis digelar secara masif, menandai peran aktif organisasi ini dalam penguatan internal hingga kontribusi nyata di ruang kebijakan publik.
Pada Februari 2026, ICMI Sukabumi mengirimkan tujuh delegasi untuk mengikuti Silaturahmi Kerja Nasional (SILAKNAS) di Jakarta selama dua hari. Forum tersebut menjadi ajang penting dalam memperkuat konsolidasi nasional sekaligus menyuarakan peran daerah.
Sebelumnya, pada awal April 2025, sebanyak 10 peserta turut ambil bagian dalam Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) di Bandung yang berlangsung di IKOPIN.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam menyatukan arah gerak organisasi di tingkat regional.
Puncak konsolidasi daerah terlihat dalam pelaksanaan Silaturahmi Kerja Daerah (SILAKDA) pada akhir Mei 2025 di Saung Geulis. Sebanyak 187 peserta hadir, mencerminkan soliditas dan kekuatan jaringan ICMI di Kabupaten Sukabumi.
Tak hanya fokus pada kegiatan formal, ICMI juga memperkuat identitas organisasi melalui pengadaan 42 jaket bagi anggota. Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun rasa memiliki dan kebersamaan di internal organisasi.
Di sisi lain, ICMI Sukabumi turut menunjukkan kiprah strategis dengan terlibat langsung dalam pembahasan Peraturan Daerah (Perda) bersama Komisi IV. Keterlibatan ini menegaskan posisi ICMI sebagai mitra pemikiran dalam pembangunan daerah.
Memasuki awal Juni 2025, ICMI menggelar Rapat Koordinasi (RAKOR) pengurus Orda dan Orsat se-Kabupaten Sukabumi guna memperkuat konsolidasi dan efektivitas program kerja ke depan.
Sementara itu, dalam momentum bulan suci, ICMI juga menggelar Muhibah Ramadhan bersama unsur Muspida, mempererat sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat.
Menariknya, hingga kini masih ada sedikitnya lima agenda strategis lain yang tengah dipersiapkan dan akan segera diumumkan.
Dengan intensitas dan skala kegiatan tersebut, ICMI Kabupaten Sukabumi menegaskan eksistensinya sebagai organisasi cendekiawan yang tak hanya aktif dalam wacana, tetapi juga hadir nyata dalam aksi dan kontribusi bagi masyarakat.
(Ifan)
