Kampung KDM Nyalindung Jadi Inspirasi, H. Junaedi Berencana Kunjungi Lokasi dan Siapkan Konsep Serupa di Wadas


SUKABUMI
|| Kobar45 — Kampung KDM di Kampung Cisayar, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, mulai menarik perhatian desa lain. Konsep permukiman dengan rumah panggung tersebut menjadi perhatian Kepala Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, H. Junaedi.

Rencana kunjungan H. Junaedi ke Kampung KDM disampaikan saat dirinya ditemui di kediamannya beberapa pekan lalu. Ia berencana melihat langsung kondisi dan konsep pembangunan kawasan tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk kemungkinan mengembangkan konsep serupa di Desa Wadas.

Kepala Desa Mekarsari, M. Ilham Maulana, menjelaskan bahwa Kampung KDM merupakan sebutan yang diberikan warga sebagai bentuk apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dari target 28 rumah, saat ini telah berdiri 26 unit rumah di atas lahan seluas sekitar 2.700 meter persegi. Kawasan tersebut dihuni 21 kepala keluarga (KK) dari Desa Mekarsari.

“Total semuanya dari Pak Gubernur ada 20 unit rumah, dari Pak Bupati lima unit, dan dari desa kita satu unit. Sekarang sudah 26 unit yang berdiri,” ujar Ilham.

Rumah-rumah tersebut, memiliki desain unik dengan konsep rumah panggung berukuran 5x7 meter. Setiap rumah terdiri atas ruang utama berukuran 5x5 meter, serta bagian dapur dan kamar mandi.

Menurut Ilham, konsep tersebut merupakan permintaan langsung Gubernur Jawa Barat agar pembangunan kembali mengangkat ornamen rumah tradisional.

“Pak Gubernur langsung meminta supaya pembangunan itu dikembalikan ke ornamen zaman dulu. Inginnya rumah panggung,” katanya.

Salah satu warga, menilai konsep Kampung KDM memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan kebutuhan hunian dengan nuansa tradisional.

“Konsepnya menarik karena mengangkat rumah panggung. Ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga punya ciri khas tersendiri,” ujarnya.

Rencana H. Junaedi untuk melihat langsung Kampung KDM menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Wadas mencari konsep pengembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada hunian, tetapi juga memiliki identitas lokal dan mempertahankan nilai-nilai kearifan budaya.

(Red)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال