KARAWANG || Kobar45 – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Karawang yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 mendatang menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa sesuai harapan dan kebutuhan pembangunan.
Sebanyak 67 desa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Karawang dijadwalkan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Pelaksanaan Pilkades juga diarahkan untuk mengadopsi sistem digital sebagai bagian dari upaya mendorong proses pemilihan yang lebih modern dan mengikuti perkembangan teknologi.
Di Kecamatan Rengasdengklok, Desa Amansari menjadi salah satu desa yang bersiap menyambut pelaksanaan Pilkades. Sejumlah warga mulai menaruh perhatian terhadap para calon kepala desa yang akan berkompetisi dalam kontestasi tersebut.
Salah satu calon yang menarik perhatian masyarakat adalah Toha, calon kepala Desa Amansari nomor urut 1, yang akrab disapa Amil Toha.
Sosok Toha disebut, telah dikenal oleh sejumlah kalangan masyarakat, mulai dari pemuda, rekan sebaya, hingga warga Desa Amansari. Kesederhanaan dan kedekatannya dengan lingkungan masyarakat menjadi bagian dari citra yang melekat pada dirinya.
Dengan mengusung semangat pengabdian, Toha menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon kepala desa dengan membawa harapan terhadap pembangunan yang lebih maju dan merata di Desa Amansari.
Dalam pencalonannya, Toha mengusung slogan “Tegas, Optimistis, Harmonis, dan Amanah” sebagai landasan semangat untuk menjalankan tugas apabila memperoleh kepercayaan masyarakat.
Ia menegaskan, bahwa keterbukaan atau transparansi publik akan menjadi salah satu prioritas utama dalam menjalankan pemerintahan desa, khususnya terkait program pembangunan dan penggunaan anggaran desa.
Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa.
Transparansi tersebut, dinilai penting dalam pelaksanaan program bantuan sosial agar penyalurannya dapat berlangsung secara terbuka, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Uang yang berasal dari rakyat harus kembali kepada rakyat,” demikian prinsip yang ditekankan dalam gagasan pengabdian yang dibawanya.
Bagi Toha, pembangunan desa bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pemerataan manfaat program pemerintah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap, apabila mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Desa Amansari, pemerintahan desa dapat berjalan secara terbuka, harmonis, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Menjelang pelaksanaan Pilkades, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara bijak dengan mempertimbangkan visi, misi, program kerja, serta komitmen masing-masing calon.
Kontestasi, pemilihan kepala desa diharapkan menjadi sarana demokrasi yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Dengan semangat pengabdian yang diusungnya, Toha menyampaikan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan Desa Amansari.
“Siap mengabdi untuk membangun desa menjadi lebih maju,” menjadi pesan yang disampaikan calon kepala desa nomor urut 1 tersebut.
Masyarakat, pun diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Pilkades serta bersama-sama menjaga suasana yang damai hingga seluruh tahapan pemilihan selesai dilaksanakan.
(AM)
