KARAWANG || Kobar45 – Kehangatan komunikasi dan silaturahmi antarunsur pemuda dari lima dusun di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, terlihat dalam kegiatan Ngopi Bareng yang menjadi wadah mempererat kebersamaan dan kekompakan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Bertempat di pendopo lapangan Masjid Jamie Miftahul Falah, Dusun Karajan Timur, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemuda dari Dusun Sasak, Dusun Jatipeureuh, Dusun Cikelor, Dusun Karajan Barat, dan Dusun Karajan Timur.
Meski berasal dari dusun yang berbeda, para pemuda tampak membaur dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta membahas harapan dan cita-cita bersama demi mewujudkan Desa Amansari yang lebih maju dalam delapan tahun ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, para pemuda juga menyatakan dukungan terhadap calon kepala desa nomor urut 1, Amil Toha. Kebersamaan dan semangat yang terbangun diharapkan menjadi kekuatan dalam mendorong perubahan serta mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.
Para pemuda menilai, aspirasi masyarakat untuk mewujudkan Desa Amansari yang lebih maju, sejahtera, dan mandiri semakin menguat. Mereka berharap terciptanya ruang demokrasi yang bersih dan sehat, pembangunan yang merata, serta keadilan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
Salah satu, aspirasi yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah harapan agar pemerintahan desa ke depan tidak lagi membeda-bedakan wilayah dusun dalam pelaksanaan pembangunan.
Pembangunan diharapkan, dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, dengan mengedepankan skala prioritas serta membuka ruang partisipasi yang luas bagi generasi muda dalam berbagai aspek pemerintahan desa, tentunya dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.
Selain membahas, pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa, para pemuda yang hadir juga menyatakan komitmen bersama untuk menolak praktik politik uang dalam pelaksanaan Pilkades.
Mereka bersepakat, untuk bergerak memberikan sosialisasi, pemahaman, serta mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan cerdas dalam menentukan pilihan politik.
Menurut mereka, praktik politik uang berpotensi membawa dampak buruk terhadap keberlangsungan pembangunan dan kualitas pemerintahan desa selama masa jabatan mendatang.
Menjual, hak suara dinilai sama dengan mengorbankan kebebasan individu dalam menentukan masa depan desa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah tergoda oleh iming-iming materi yang dapat merusak nilai demokrasi.
Para pemuda, menilai bahwa politik uang dapat menjadi ancaman bagi terciptanya demokrasi yang bersih dan sehat. Jika dibiarkan, praktik tersebut dikhawatirkan akan menghambat terwujudnya pemerintahan yang transparan, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Melalui kegiatan Ngopi Bareng ini, para pemuda mengajak seluruh masyarakat Desa Amansari untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan, mengedepankan persatuan, serta membangun budaya politik yang sehat dan bermartabat.
Mereka berharap, Pilkades Desa Amansari dapat menjadi momentum untuk melahirkan perubahan positif, memperkuat kebersamaan antarwarga, dan mewujudkan desa yang lebih maju, adil, sejahtera, serta mandiri.
(Am)
