KARAWANG || Kobar45 — Pembangunan turap di Dusun Brontok Barat RT 004/RW 004, Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan, Senin 2 November 2026.
Pekerjaan, yang baru berjalan lima hari tersebut diduga mengalami ketidaksesuaian spesifikasi pada bagian ketinggian dan lebar pondasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang.
Berdasarkan informasi, yang dihimpun dari Pekerja pembangunan turap tersebut direncanakan memiliki panjang 95 meter, ketinggian 1 meter, kedalaman pondasi 30 sentimeter, lebar pondasi 40 sentimeter, dan lebar bagian atas 30 sentimeter.
Namun, berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat ukur di lokasi, ketinggian turap disebut hanya sekitar 80 sentimeter, sedangkan lebar pondasi terukur sekitar 30 sentimeter. Pengukuran ketinggian tersebut, menurut informasi yang disampaikan, telah memperhitungkan bagian yang tertanam di dalam tanah. Ketinggian pasangan turap di sejumlah titik juga disebut bervariasi.
Selain dimensi bangunan, pasangan turap pada bagian bawah diduga tidak menggunakan dasar adukan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga teknis untuk memastikan metode pemasangan dan kekuatan konstruksi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Perbedaan, antara ukuran yang diinformasikan dan hasil pengukuran lapangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian volume pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar kerja. Untuk memastikan ada atau tidaknya pengurangan spesifikasi, diperlukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh oleh instansi berwenang.
Persoalan lain, yang menjadi sorotan adalah belum terlihatnya papan informasi proyek, meskipun pekerjaan telah berlangsung selama lima hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemerintah Desa Sindangsari juga belum mengetahui secara jelas sumber anggaran dan RAB pekerjaan tersebut.
Saat dikonfirmasi, pekerja sempat menyebut bahwa pembangunan turap menggunakan anggaran Dana Desa. Namun, berdasarkan keterangan RT setempat, pekerjaan tersebut berasal dari DPRKP Kabupaten Karawang.
Perbedaan, keterangan ini perlu diperjelas agar masyarakat mengetahui sumber pendanaan, nilai anggaran, pihak pelaksana, serta instansi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan tersebut.
Transparansi informasi, menjadi penting dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran publik. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang memadai agar dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan di lingkungan mereka.
Selain, persoalan spesifikasi dan transparansi, tenaga kerja yang mengerjakan proyek tersebut disebut berasal dari luar Desa Sindangsari.
Masyarakat berharap, pelaksanaan pembangunan juga memberikan kesempatan kepada warga setempat untuk turut diberdayakan. Tidak harus seluruh pekerja berasal dari desa tersebut, tetapi setidaknya satu hingga tiga orang warga lokal dapat dilibatkan apabila memungkinkan dan sesuai kebutuhan pekerjaan.
Harapan tersebut, bukan untuk menghambat pelaksanaan proyek, melainkan agar pembangunan di wilayah desa juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dugaan ketidaksesuaian, dimensi turap tersebut perlu mendapat perhatian serius dari DPRKP Kabupaten Karawang. Pemeriksaan langsung diperlukan untuk mencocokkan ukuran fisik bangunan dengan gambar kerja, RAB, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Pemeriksaan, perlu mencakup kondisi pondasi dan metode pemasangan agar kualitas konstruksi dapat dipastikan sesuai perencanaan.
Apabila hasil, pemeriksaan membuktikan adanya pengurangan volume atau ketidaksesuaian spesifikasi, pihak yang bertanggung jawab diharapkan ditindak sesuai ketentuan, termasuk melakukan perbaikan apabila diperlukan.
Hingga berita ini disusun, dugaan pengurangan spesifikasi tersebut masih memerlukan verifikasi teknis dan penjelasan resmi dari pihak terkait. Keterangan dari DPRKP Kabupaten Karawang dan pelaksana pekerjaan diperlukan untuk memperjelas sumber anggaran, spesifikasi proyek, serta mekanisme pengawasannya.
Masyarakat berharap, DPRKP tidak hanya mengawasi penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi dan kesesuaian volume dengan perencanaan. Dengan demikian, pembangunan turap di Dusun Brontok Barat dapat dilaksanakan secara transparan, sesuai spesifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
(Red)

